Tugas Pengantar lmu Administrasi Negara
|
Judul
|
Optimalisasi Pelayanan Publik , Perspektif David
Osborne Dan Ted Gaebler
|
|
Jurnal
|
Hukum Peradilan
|
|
Download
|
Http://Www.Academia.Edu/8442958/Tugas_Teori_Administrasi_Negara_Review_Jurnal_Optimalisasi_Pelayanan_Publik
|
|
Tahun
|
2014
|
|
Penulis
|
Ahmad Zaenal Fanani, Shi., M.Si (Hakim Pa Martapura)
|
|
Reveiw
|
Laelah
Qodriyah
Novel
Ayu L
Hilda
Pransiska
Anesih
Rahmawati
Ayu
Yuniar
|
|
Tanggal
|
1
Oktober 2014
|
|
Abstrak
|
Jurnal yang
berjudul “Optimalisasi Pelayanan Publik , Perspektif David Osborne
dan Ted Gaebler” dalam penelitian jurnal ini bertujuan untuk
mengulas teori yang digagas oleh David Osborne dan Ted Gaebler dalam bukunya
Reinventing Government
untuk dijadikan sebagai solusi alternatif dalam
melakukan optimalisasi pelayanan publik birokrasi dunia peradilan. Teori ini
sudah terbukti mampu menjadi solusi atas buruknya pelayanan publik yang
terjadi di pemerintahan Amerika.
Abstrak yang di sajikan penulis menggunakan dua bahasa
yaitu bahasa inggris dan bahasa Indonesia.
Yang dibahas
dengan jurnal ini pembaca dapat memahami jurnal ini dengan mudah.
|
|
pengantar
|
Penulis mengungkapkan dalam jurnalnya bahwa pelayanan
publik di Indonesia masih tergolong sangat rendah. Hal ini ditunjukan dari
fakta yang ada dilapangan. Berdasarkan hasil penelitian Governance and Desentralization Survey (GDS) 2002, penulis menemukan tiga masalah
penting yang banyak terjadi di lapangan dalam penyelenggaraan pelayanan
publik, yaitu Pertama, besarnya diskriminasi pelayanan yang masih
sangat dipengaruhi oleh hubungan pertemanan, kesamaan afiliasi politik,
etnis, dan agama.
Kedua, tidak adanya kepastian biaya dan waktu
pelayanan yang menyebabkan munculnya KKN. Ketiga, rendahnya tingkat kepuasan
masyarakat terhadap pelayanan publik sebagai akibat dari adanya diskriminasi
pelayanan dan ketidak pastian biaya dan waktu pelayanan.
|
|
Pembahasan
|
Pada bagian pembahasan penulis jurnal bertujuan untuk
mengulas teori yang digagas oleh David Osborne dan Ted Gaebler dalam bukunya
Reinventing Government
untuk dijadikan sebagai solusi alternatif dalam
melakukan optimalisasi pelayanan publik birokrasi dunia peradilan.
1. Pemerintahan
Katalis : mengarahkan ketimbang mengayuh. Artinya, Pemerintah seharusnya
lebih berkonsentrasi pada pembuatan kebijakan-kebijakan strategis (
mengarahkan)
daripada disibukkan oleh hal-hal yang bersifat teknis pelayanan ( mengayuh
).
2.
Pemerintahan Milik Rakyat : memberi
wewenang ketimbang melayani. Artinya, birokrasi pemerintahan yang
berkonsentrasi pada pelayanan menghasilkan ketergantungan dari rakyat.
Pendekatan pelayanan harus diganti dengan menumbuhkan inisiatif dari mereka
sendiri, seperti pemberdayaan masyarakat.
3.
Pemerintahan yang Kompetitif :
menyuntikkan persaingan ke dalam pemberian pelayanan. Artinya,
Pemerintah harus mengembangkan persaingan di antara masyarakat, swasta dan
organisasi non pemerintah yang lain dalam pelayanan publik agar pelayanan
yang disediakan semakin berkembang melebihi kemampuan pemerintah
4.
Pemerintahan yang Digerakkan oleh
Misi: mengubah organisasi yang digerakkan oleh peraturan. Artinya,
pemerintahan harus digerakkan oleh misi sebagai tujuan dasarnya sehingga akan
berjalan lebih efektif dan efisien. Karena dengan mendudukkan misi organisasi
sebagai tujuan, birokrat pemerintahan dapat mengembangkan sistem anggaran dan
peraturan sendiri yang memberi keleluasaan kepada karyawannya untuk
mencapai misi organisasi tersebut.
5.
Pemerintahan yang Berorientasi Hasil
: membiayai hasil bukan masukan. Artinya, bila lembaga-lembaga pemerintah
dibiayai berdasarkan hasil, mereka bersaing untuk berprestasi.
Misalnya, sistem penggajian dan penghargaan didasarkan atas kualitas hasil
kerja bukan pada masa kerja, besar anggaran dan tingkat otoritas.
|
|
Kesimpulan
|
Patologi birokrasi, seperti pungli, korupsi, kolusi,
nepotisme, diskriminasi pelayanan, proseduralisme dan berbagai macam
kegiatan yang tidak efektif dan efisien, telah mengakibatkan terpuruknya pelayanan
publik yang dilakukan pemerintahan kita. Buruknya pelayanan publik
tidak hanya pada masa orde baru yang sentralistik, tapi juga masih menggurita
pada masa sekarang.
Reinventing Government
yang digagas oleh David Osborne dan Ted Gaebler
menemukan titik relevansinya dalam konteks optimalisasi pelayanan publik.
Terdapat 10 prinsip yang terkandung didalamnya. Pelaksanaan 10 prinsip
Reinventing Government
, tentu harus disesuaikan dengan sosio-kultur kita,
agar bisa menjadi solusi alternatif yang efektif untuk menghilangkan
patologi-patologi birokrasi yang ada di lingkup badan peradilan kita
selama ini.
|
|
Kelebihan penelitian
|
penelitian tersebut dilakukan atas dasar adanya realitas patologi- patologi
birokrasi dalam ruang lingkup peradilan. Dalam hal ini, jurnal tersebut sudah
jelas dalam memaparkan realitas konkrit
permasalahan yang ada di lapangan penyelenggaraan pelayanan
publik.
|
|
Kelemahan penelitian
|
penulis tidak menyertakan realitas konkrit yang diamati sendiri oleh penulis, melainkan hanya berangkat dari realitas permasalahan
yang diungkap oleh peneliti
|
Komentar
Posting Komentar